Ini Penyebab Gagal Closing yang Sering Dialami

Anda mungkin akan kaget, karena baru sadar saat Anda baca pesan ini.
.
.
.
.
.

Namun, sebelum Anda melanjutkan membacanya, saya ingin Anda menjawab pertanyaan ini.

Apakah Anda yang sering mengalami hal-hal seperti ini?

  • – Sering posting, tetapi susah closing?
  • – Banyak yang tanya-tanya, tetapi belum ada yang transfer?
  • – Sering di-PHP-in sama calon pembeli?
  • – Bingung saat chatting yang berujung closing?
  • – Gak tahu cara mem-follow calon pembeli?

Sebenarnya saya tidak ingin Anda mengalami hal-hal tersebut, karena itu yang akan membuat bisnis sulit berkembang jika sering mengalami gagal closing.

Namun, kalau jawaban Anda adalah “iya”, itu berarti tulisan ini layak Anda baca hingga selesai ya. Itu karena solusinya ada di pesan ini.

Nah, di pesan ini saya ingin menginformasikan bahwa gagal closing itu terjadi mungkin karena ada hal yang Anda lewatkan.

Hal ini bisa jadi yang akan buat Anda kaget, mungkin sebagian tak percaya. Tetapi gak papa.

Silakan terus membaca pesan ini ya, agar ke depannya Anda bisa mengantisipasi terjadinya gagal closing.

Nah, sadarkah Anda penyebab gagal closing itu sebenarnya berasal dari penjualnya sendiri?

Iya penyebabnya berasal dari diri si penjual. Apalagi, jika asal mempromosikan produk kepada orang yang bukan target marketnya. Ini sebagai penyebab pertama.

Bayangkan…jika Anda jualan jilbab, tetapi Anda tawarkan kepada bapak-bapak. Kira-kira bagaimana? Sudah tentu akan gagal closing.

Jadi, tawarkan produk kepada target marketnya.

Penyebab kedua adalah belum mendapatkan kepercayaan dari calon pembeli.

Guru saya bilang, no trust no sales. Tidak kepercayaan, tidak akan ada transaksi.

Rasanya aneh kan jika tiba-tiba ada orang yang belum dikenal, langsung menawarkan produknya. Dikenal saja belum, kok sudah langsung menawarkan.

Karena pada umumnya orang tidak akan mengeluarkan isi dompetnya kepada orang yang belum dikenalnya. Kalau itu dilakukan, siap-siap saja kena tipu. Eitss…

Ketiga, cara penawarannya yang salah.

Ternyata setelah dikenal dan dipercaya pun, calon pembeli masih belum tentu mau transfer karena masalah ini, yaitu cara penawarannya yang salah.

Pada dasarnya setiap manusia itu mencari rasa aman dan nyaman, termasuk calon pembeli Anda.

Apakah Anda sering asal kirim pesan WA ke sembarang orang yang belum dikenal, atau malah spam di grup orang lain, atau juga nge-tag orang lain di media sosial?

Cara seperti ini tidak membuat aman dan nyaman calon pembeli. Justru mereka merasa terancam dan tidak nyaman.

Jadi, kalau calon pembeli gak nyaman sama penawarannya ya, siap-siap saja alami penolakan.

Keempat, Cara Chatting-nya Tak Tepat.

Ini kadang yang agak dilupakan sebagian besar penjual. Bisa juga Anda.

Itu karena cara ini butuh pemahaman yang tepat agar calon pembeli akhirnya membeli produk yang dipasarkan.

Langkah ini juga gak bisa asal, tetapi perlu mengetahui kondisi calon pembeli. Ada calon pembeli yang sudah siap membeli, belum siap, bahkan belum tahu dengan produk Anda.

Kalau gak tahu hal ini, nanti yang ada malah gagal closing.

Nah, agar tidak mengalami gagal closing, solusinya adalah menguasai teknik closing atau konversi. Teknik ini sebenarnya gampang-gampang susah.

Baca Juga materi Sebelumnya: Cuma 2 Syarat Ini Agar Jualan Anda Laris Manis

Seperti yang saya bilang di pesan ini, kalau calon pembelinya sedikit, penjualnya belum dipercaya,, calon pembelinya belum siap, cara chattingnya salah, tentu akan susah closing.

Baca Juga 5 Kesalahan yang Sering dilakukan Mengakibatkan Susah Closing

Agar bisa closing itu ada caranya, ada polanya, ada ilmunya. Jadi tidak bisa asal.

You May Also Like

About the Author: admin

Name - City
Membeli Product Time