Pengertian dan Jenis-jenis Landing Page untuk Penjualan Online

Pernahkah Anda melihat website dengan tampilan cm 1 halaman memanjang penuh kebawah kadang capek kita scrollnya ? yang ditawarkan cm 1 produk lagi…. Tentu pernah, sering banget malah… Nah itulah yang disebutkan landing page…. Apa itu landing page…..? Bahasanya kita halaman landasan… itu saja simple dan mudah dipahami. Tujuannya apa? Tujuannya agar visitor (pengunjung) berasil dari traffik yang kita bangun misal iklan Fbads, iklan google adword, iklan dimana-mana…. begitu visitor melirik Headline iklan Anda dan tertarik untuk klik…. maka kita sudah GOAL mendatangkan 1 prospek target kita… Setelah visitor datang ke halaman penawaran produk kita… nah disinilah peran kita harus MAKSIMAL Jangan sampai kita membuat landing page ini membosankan atau tidak menarik sama sekali… bagaimana cara agar menarik dan tidak membosankan? Bagus-tidaknya sebuah landing page akan berdampak langsung terhadap tingkat konversi. Ada beberapa faktor yang menentukan apakah penjualan anda melalui landing page akan berhasil atau gagal. Inilah yang paling penting: Copywriting. Masih ada faktor lain seperti desain, waktu loading halaman, dan sebagainya. Tapi tak peduli seberapa elegannya desain landing page anda, kalau teknik penulisan anda tidak tepat…maka tidak akan terjadi konversi. Tidak demikian sebaliknya, Kalau anda sudah menerapkan prinsip copywriting untuk menciptakan kata dan kalimat yang tepat, bahkan desain sederhana pun akan berhasil menjual. Serius… Dalam panduan ini anda akan mempelajari esensi copywriting dalam sebuah landing page. Setelah itu, anda akan bisa membuat landing page yang mampu meyakinkan pembacanya dan membuat mereka mengambil tindakan. Sekarang mari kita lanjut…

1. Tentukan SATU tujuan dari landing page

Satu.. tidak kurang.. tidak lebih. Landing page anda harus punya 1 tujuan akhir, misalnya:

  • Pembelian produk
  • Memasukkan alamat email
  • Mendaftar akun
  • Mendaftar webinar
  • Menghubungi anda via email dan/atau telepon
  • Mendownload

Kalau anda punya lebih dari 1 goal, maka copy yang anda buat akan kacau balau. Selain itu pembaca juga akan bingung sehingga mereka bisa jadi malah memutuskan untuk tidak melakukan apapun sama sekali. Setelah menentukan tujuannya, maka semua komponen landing page yang akan anda buat mengarahkan ke satu tujuan tersebut. “Lalu bagaimana solusinya kalau saya punya lebih dari 1 tujuan?” Buat lebih dari 1 landing page. Contohnya begini: Saya menjual produk, ketika ada yang membeli maka mereka harus mengkonfirmasi pembelian dan transfer uang via email/telepon/sms. Dalam kasus ini ada 2 tujuan. Tujuan utama adalah pembelian, tujuan kedua adalah menghubungi. Solusinya, dalam landing page utama tujuan anda adalah membuat mereka membeli. Misalnya dengan memasang tombol pembelian. Ketika tombol ini ditekan, mereka diarahkan ke cara membayar. Setelah pembayaran selesai, barulah mereka diarahkan lagi ke halaman konfirmasi pemesanan. Ini akan jauh lebih efektif daripada semuanya anda tumpuk di satu halaman mulai dari pembelian, cara membayar, dan cara konfirmasi.

2. Komponen utama sebuah landing page yang efektif

Kalau anda sudah sering melihat landing page, secara sadar maupun tidak sadar anda akan menyadari bahwa ada banyak kemiripan secara struktur.

  • Headline
  • Gambar/video
  • Subheadline
  • Badan/isi/penjelasan
  • Social proof/testimonial
  • Call to action (CTA)

Masing-masing komponen punya peran tersendiri. Untuk bisa membuat landing page yang memiliki konversi tinggi, maka anda harus mendapatkan nilai 100 untuk semua komponen tersebut. Headline yang luar biasa akan percuma kalau isinya payah… demikian sebaliknya. Inilah komponen-komponen sebuah landing page yang efektif. 〰〰〰 Headline dari landing page anda harus:

  • Tidak membosankan
  • Langsung bisa dipahami
  • Tidak bertele-tele
  • Menyajikan manfaat
  • Terasa personal

Jenis-jenis landing page

Dalam CPA dan Affiliate marketing, ada 4 jenis landing page yang umum dan sering digunakan. Setiap jenis landing page ini memiliki efektivitas yang berbeda-beda terhadap offer dan sumber traffic tertentu. Jadi pastikan anda menggunakan tipe yang tepat. 1. Click-through landing page Merupakan jenis landing page yang paling sederhana. Isinya hanya 1 halaman berupa penjelasan singkat dari offer. Umumnya tidak lebih panjang daripada layar komputer atau layar smartphone sehingga pengunjung tidak perlu scroll. Tipe ini paling cocok untuk traffic dari PPV dan Pop-Up/Pop-Under karena biasanya orang-orang yang datang dari sini dengan cepat menutup layar browser. Jadi kita harus bisa menarik perhatian dengan cepat pula. Gunakan tipe ini untuk offer yang mudah diselesaikan seperti registrasi, memasukkan email, download, dan instalasi. 2. Lead capture landing page Dalam landing page ini terdapat form untuk memasukkan email. Tujuannya supaya sambil mempromosikan offer kita bisa sambil membangun email list. Sekali mendayung, 2 pulau terlampaui. Setelah mendaftarkan emailnya, visitor akan dibawa ke halaman offer. Tetapi ada juga yang tidak membawa visitornya langsung ke halaman offer. Banyak yang menggunakan tipe ini hanya untuk membangun dulu email listnya, sementara offernya nanti akan dikirim belakangan lewat email. Tipe kedua bisa digunakan untuk semua jenis offer dan sumber traffic. 3. Advertorial landing page Adalah landing page yang dibuat seperti advertorial. Advertorial artinya iklan yang bergaya artikel jurnalistik obyektif. Misalnya artikel berupa hasil penelitian terhadap manfaat produk tertentu. Tipe landing page ini lebih efektif untuk offer dalam kategori weight loss, health, & fitness terutama yang memerlukan pembelian produk atau memasukkan informasi kartu kredit. Dengan memberikan penjelasan dalam bentuk artikel, maka pengunjung akan lebih percaya dengan manfaat suatu produk dan konversi akan meningkat. 4. Product detail landing page Sesuai namanya, landing page ini berisi detail informasi sebuah produk atau layanan misalkan spesifikasi, harga, testimonial, dan informasi lainnya terkait produk tersebut. Nah semoga pengertian tentang LP yang singkat ini memberikan ide-ide “liar" untuk menjual produk dengan teknik model website Landing page.